Sunday, September 24, 2017

Pesan Motivasi Tiga Santriwati Maquraa Usai Menyelesaikan Hafalan 30 Juz



Maquraamesir.com - Amirah Saufi, Nurul Hasanah, dan Hidayati Hasan adalah ketiga peserta didik Majelis Quran Abu Amru (Maquraa) Abbas el-Akkad yang telah menyelesaikan hafalan quran 30 juz qiraat ‘Ashim riwayat Hafs. Setelah melewati perjuangan panjang ketiganya bisa menyelesaikan hafalan quran sesuai target mereka masing-masing. Ketiganya telah memotivasi banyak orang untuk terus menjaga firman Allah yang diturunkan untuk menjadi petunjuk bagi hamba-Nya.

Menjadi sebuah kesyukuran bagi tamu undangan, pada Jumat (22/9) kemarin, ketiga hafidzah tersebut bisa memotivasi para hadirin di acara khataman hafalan quran 30 juz yang diselenggarakan di Maquraa, Abbas el-Akkad. Acara ini diselenggarangan guna mengapresiasi para huffadz yang telah menyelesaikan hafalan 30 juznya. Setelah ketiganya membaca surat ad-Dhuha sampai an-Nas, mereka diberikan kesempatan untuk menyampaikan pesan dan kesan mereka selama perjalanan menghafal al-Quran. Dan berikut adalah beberapa pesan motivasi yang disampaikan di Maquraa:

1.      Allah sudah memberi kemudahan untuk membaca dan menghafal al-Quran. Lalu tinggal bagaimana kita menyikapinya, bisakah kita membagi waktu dan berkomitmen dengan al-quran? Itu tergantung pada pribadi masing-masing.

2.      Menjadi seorang Azhary tentulah berat, apalagi jika harus mengemban risalah wasathi-nya. Oleh karena itu ingat pesan Syekh Tantowi Azhary, bukanlah seorang Azhary yang tidak hafal al-Quran.

3.      Dalam sebuah perjalanan menuju kesuksesan, yang paling penting dibutuhkan adalah sebuah usaha. Hal ini juga senada dengan al-Quran yang tidak membutuhkan otak yang cerdas, namun yang diperlukan hanyalah kesetiaan; setia dalam menjaga hafalan dan setia dalam menjaga akhlak kepribadian.

4.      Suatu perbuatan baik pasti ada rintangan dan ujian. Begitu juga dalam menghafal al-Quran, pasti ada yang namanya ujian, karena al-Quran adalah kalam ilahi yang bisa dijaga oleh orang-orang pilihan. Yang dibutuhkan hanyalah komitmen untuk terus bersamanya dan semangat dalam menghafal maupun menjaganya



5.      Ketika membahas tentang menghafal al-Quran, maka secara tidak langsung membahas tentang komitmen waktu yang diluangkan untuk menghafal. Luangkan waktu untuk menghafal dan mengulang hafalan al-Quran!

6.      Ketika hilang rasa mood dalam menghafal, jangan gunakan waktu itu untuk bersantai, akantetapi gunakanlah waktu itu untuk tilawah atau mendengarkan tilawah para qura’.

7.      Menghafal al-Quran bukan terletak pada tasmi’-nya akan tetapi pada muroja’ah-nya. Karena jika sudah memilih al-Quran maka harus siap untuk mengulang-ulang hafalan selama hidup.

8.      Jikalau ingin menghafal al-Quran, maka hafalkan al-Quran dari sekarang, karena ketika menghafal setelah menikah akan lebih berat. Bahkan kyai dari ustadz Arief Wardhani memberi nasehat kepada beliau, agar jangan menikah terlebih dahulu sebelum qurannya matang.

9.      Luangkan waktu untuk Allah, jangan sisa waktu yang kamu berikan untuk Allah. Serahkan hidupmu hanya kepada Allah semata.

10.  Jangan hanya menjadi jiwa pemuda, tapi jadilah jiwa pejuang masa depan. Karena pemuda erat kaitannya dengan yang namanya begadang, kurangilah! Biasakan tidur awal dan bangun awal untuk melaksanakan sholat tahajud.

11.  Penghafal al-Quran sangat erat kaitannya dengan shalat jamaah. Jika shalat berjamaahnya terjaga, insyaallah hafalannya juga akan berusaha ia jaga. 


Nurman Haris Nugroho

Post a Comment

Start typing and press Enter to search