Thursday, October 26, 2017

Pertama dalam Sejarah, MAQURAA Adakan Wisuda Akbar Ke-V Terbesar


Doc. Perfotoan dengan Seluruh Wisudawan/wati dan Para Hadirin
Maquraamesir.com- Setelah diadakannya daurah tahfiz, tahsin, dan tajwid, maka pada hari Selasa (24/10), Maquraa Mesir mewisuda 14 peserta daurah tahfiz, 30 peserta daurah tahsin, dan 108 peserta daurah tajwid. Agenda ini untuk pertama kalinya diadakan di Shalah Kamil, Hay Sadis yang mana tahun-tahun sebelumnya bertempat di aula Kemas. Masih dalam suasana hari santri, maka Wisuda Akbar kali ini mengangkat tema, “Kami santri Maquraa, kami santri Azhary, kami santri Indonesia.” Turut mengundang pula para masyayikh dan Duta Besar Indonesia untuk Mesir. 

 Sambutan pertama disampaikan oleh Fahry Emil Habib, sebagai wakil presiden PPMI, ia sangat mendukung kegiatan daurah yang diadakan oleh Maquraa, yang mana nantinya akan berguna ketika kembali ke Indonesia. Dalam pesannya, ia juga mengingatkan, bahwa menjadi seorang Azhary, fikiran serta akhlaknya juga harus Azhary. Jika semua ini dapat tercapai, maka akan sangat bermanfaat ketika nantinya pulang ke Indonesia. “Inilah salah satu bekal kita untuk terjun ke masyarakat nantinya,” tegas Habib. 

Selanjutnya ustadz Arief Wardhani, sebagai Direktur Maquraa menyampaikan pesan dan nasehatnya untuk para wisudawan dan wisudawati. Menurutnya, perjuangan untuk bisa menjadi hafiz di Maquraa cukup berat. Apalagi bagi calon hafiz, yang harus menyelesaikan dua qiraat; riwayat Hafs dan riwayat Syu’bah dari Imam Ashim. Ditambah sistem di Maquraa yang menekankan pada murojaah. “Karena menghafal itu murojaahnya,” tegas beliau. 

Doc. Perfotoan Panitia
Beliau menambahkan, bahwasannya kehadiran Maquraa telah memberi warna; dari Masisir, oleh Masisir, dan untuk Masisir. Sejak berdirinya pada tahun 2012, Maquraa telah melahirkan 53 huffaz, 268 peserta daurah tahsin, serta 308 peserta daurah tajwid. Dan baru-baru ini, Maquraa mendapatkan antusias yang tinggi dari calon mahasiswa baru (Camaba), menurut data yang ada, mereka telah mendaftarkan diri sebagai santri non mukim dengan jumlah 88 putra dan 60 putri. Inilah salah satu bukti bahwasanya menghafal quran itu memerlukan teman. “Menghafal itu perlu komunitas, dan partner,” tegas pemilik 14 sanad qiraat itu. 

Setelah sambutan-sambutan, acara dilanjutkan dengan pembacaan matan Jazariyah, Jamzuriyah, Qurbah, dan Muwaddahah oleh M. Musa Amin, salah satu peserta wisuda tajwid. Lalu dilanjutkan dengan pemberian ijazah oleh ustadz Arief Wardhani. 

Turut hadir pula Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Usman Syihab, beliau mengharapkan khususnya untuk para huffaz agar mengikuti akhlak quran; anjuran dan moralnya.  

Acara dilanjutkan dengan prosesi wisuda serta pemberian sanad dan piagam, dimulai dari peserta daurah tahfiz, tahsin, dan tajwid. Suasana khidmat tampak pada saat prosesi wisuda berlangsung. Terutama dari wisudawan tahfiz, tampak kegembiraan yang terpancar dari wajah mereka. 
 
Doc. Peserta Tajwid

Tidak terjadwal sebelumnya, turut hadir pula ustadz Bobby Herwibowo, penemu metode menghafal al-Quran semudah tersenyum. Pada kesempatan yang telah diberikan, beliau menyampaikan beberapa kisah inspiratif untuk para hadirin. Kisah tersebut sangat menginspirasi para hadirin untuk terus semangat dalam menghafal al-Quran, karena menghafal al-Quran memang benar-benar semudah tersenyum. Bahkan disebutkan 4 kali dalam surat al-Qomar, bahwasannya Quran dipermudah sebagai pengingat.  

Acara diakhiri dengan pembacaan doa oleh ustadz Fakhrurridho, dan dilanjutkan dengan sesi perfotoan.  

Rep: Nurman

Post a Comment

Start typing and press Enter to search