Thursday, March 29, 2018

Bincang Santai MAQURAA : “Peran dan Tantangan Masisir untuk Tanah Air Abad ke-21”


Pada tanggal 27 Maret 2018 MAQURAA menghadirkan seorang doktor lulusan Universitas Liga Arab, Dr. Aang Saeful Millah, M.A. sebagai pembicara dalam acara Bincang Santai MAQURAA.
Acara yang dikemas dengan konsep ice breaking tersebut berjalan dengan lancar dan mendapatkan antusias yang cukup besar dari audien. Hal itu dibuktikan dengan penuhnya sholah rumah MAQURAA yang bertempat di lantai 4 itu. Selain dihadiri oleh semua santri MAQURAA putra dan putri acara tersebut juga dihadiri oleh sebagian santri non mukim.
Dengan mengusung tema : “Peran dan Tantangan Masisir untuk Tanah Air Abad ke-21” acara tersebut memiliki tujuan yang cukup progresif untuk menunjang para mahasiswa yang belajar di Mesir dalam mengamalkan keilmuannya saat kembali ke bumi nusantara. “acara ini memiliki tujuan bagaimana mahasiswa Mesir mampu mengoptimalkan potensi yang di dapat di sini (Mesir, red.)” ungkap Direktur MAQURAA dalam sambutannya.
Dimulai dengan Seremoni resmi, acara tersebut kemudian dilanjut dengan bincang santai yang dipandu oleh seorang moderator yang juga santri mukim MAQURAA.
Di awal pembicaraannya, penyaji memberikan motivasi kepada para hadirin yang semuanya merupakan mahasiswa di Universitas al-Azhar akan pentingnya mengetahui kemampuan yang dimiliki oleh seorang pelajar. “yang pertama dan utama bagi pencari ilmu adalah mengetahui potensi yang dimilikinya”. Tegas pria kelahiran Tasikmalaya tersebut.
Hal lain yang juga disampaikan pembicara dalam memotivasi para mahasiswa adalah meningkatkan kemampuan berbahasa. Baik dalam menyampaikan pemikiran di atas podium ataupun kemampuan literasi. “kita jangan minder ketika sampai di Indonesia saat dihadapkan dengan mahasiswa-mahasiswa lain. Ya, kuncinya harus bisa meningkatkan kemampuan Bahasa”.
Di samping itu ia juga memberikan suntikan semangat kepada para santri akan kemuliaan para penghafal al-Quran. “Kita tidak usah khwatir ketika pulang ke Indonesia nanti. Ingat Janji Allah swt. Bahwa penghafal al-Quran adalah para pewaris bumi”. Tegasnya yang diikuti oleh tepuk tangan para hadirin.
Ditutup dengan pembacaan doa acara yang berlangsung selama kurang lebih satu jam setengah tersebut berakhir.
Jelas dengan adanya kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa MAQURAA bukanlah sekadar tempat bagi penghafal kalam suci ilahi. Tapi di samping itu, MAQURAA juga mendidik para santrinya untuk mampu bersaing dengan mahasiswa lain di tengah kesibukannya menghafal dan mengulang hafalan al-Quran. (Syadid, Red.)





Post a Comment

Start typing and press Enter to search