Monday, March 5, 2018

Maquraa Award ; Apresiasi Dan Evaluasi





Dalam rangka meningkatkan angka keaktifan santri, MAQURAA kembali melaksanakan kegiatan bulanan berupa evaluasi kegiatan. Acara yang dihadiri oleh Direktur dan semua santri MAQURAA tersebut berjalan dengan lancar.
Acara yang digelar pada tanggal 1 Maret 2018 tersebut agak berbeda dari kegiatan serupa sebelumnya. Pasalnya dalam acara ini digelar evaluasi kegiatan sekaligus apresiasi bagi santri yang memiliki angka keaktifan tertinggi pada bulan sebelumnya yang bertajuk MAQURAA AWARD.
Sekilas tentang acara ini adalah memberikan penghargaan kepada santri teraktif dalam satu bulan, dengan acuan absensi solat berjamaah dan jumlah hafalan dan murojaahnya.
Seperti yang disampaikan oleh Ustaz Arif Wardani, Lc., M.hum. bahwa kegiatan bulanan ini sebagai tolok ukur keaktifan para santri mukim MAQURAA selama satu bulan. “ acara ini sebagai evaluasi apa yang telah kita lakukan di sini dan juga memberikan penghargaan kepada mereka yang mempunyai data keaktifan paling tinggi. Baik solat berjamaahnya ataupun setoran Al-Quran dan murojaahnya” terangnya.
Kendati demikian, Direktur MAQURAA menegaskan bahwa acara ini bukan untuk membeda-bedakan antar individu santri. “walaupun acuan kita ini adalah data solat berjamaah, murojaah dan setoran harian yang valid, tapi sekali lagi saya tegaskan bahwa ini hanya data manusia. Berbeda lagi bagaimana penilaian Allah swt. Terhadap kita”. Tegas pemilik sanad 14 Qiroat Al Quran ini.
Pada acara Maquraa award ini ada dua santri yang menerima penghargaan sebagai santri teraktif MAQURAA pada bulan Februari. Kategori putera diraih oleh Mahudi Al-Ghazali dengan persentase keaktifan mencapai 77% dan kategori puteri diraih oleh Desi Ramadhani.
Di akhir acara, kedua santri tersebut diberi kesempatan untuk menyampaikan motivasi untuk para santri yang lain. “tugas utama kita dalam menghafal Al-Quran adalah bagaimana mengatur waktu antara menghafal, menjaganya (murojaah) dengan kegiatan harian yang lain” ungkap santri asal Palembang tersebut. Diamini pula oleh Desi bahwa pembagian waktu adalah hal yang paling vital pagi penjaga kalam ilahi. “kalo ana sih tidur cepet bangunpun cepet” imbuhnya yang diikuti oleh sorak para hadirin. (Red. Syadid)

Post a Comment

Start typing and press Enter to search