Friday, April 6, 2018

MAQURAA Lahirkan Lima Penghafal al-Quran



Untuk yang kesekian kali MAQURAA kembali melahirkan para Hafizaat yang berasal dari indonesia. Kali ini tidak tanggung-tanggung jumlah para santri yang menyelesaikan hafalan al-Qurannya berjumlah lima orang, yang kesemuanya adalah santri puteri, Maquraawati tepatnya.

Acara yang biasanya digelar di rumah MAQURAA Abbas el-Akkad tersebut untuk kali ini terpaksa dilaksanakan di aula Kekeluargaan Paguyuban Masyarakat Jawa Barat (KPMJB) Mesir, dikarenakan kelengkapan fasilitas yang tersedia, terutama kapasitas ruangan yang ada.

Betul, sesuai prediksi bahwa acara kali ini akan menarik lebih banyak lagi orang-orang yang hadir. ruangan yang dimuat oleh hampir dua ratus orang tersebut harus sesak dipadati hadirin. Baik yang berasal dari santri Maquraa maupun dari simpatisan dan keluarga para Hafizah yang dirayakan pada malam itu.

Gubernur KPMJB dalam sambutannya memberikan apresiasi yang begitu besar terkait adanya acara itu. “Ini merupakan kebanggaan bagi kami, karena tempat ini menjadi saksi atas lahirnya para penjaga al-Quran.”. tutur pria dengan logat khas sundanya tersebut.

Acara yang digelar ba’da magrib itu berjalan lancar dan penuh haru, terutama bagi para santri yang mengadakan hataman sore itu. Dari kelima Hafizah tersebut memberikan kesan dan pesannya dalam menghafal al-Quran.

Kelima Hafizah itu  adalah :

  1. Iif Thoyyibah Hafizah ke-55
  2.  Ficky Chaerany Hafizah ke-56
  3.  Cici Purwati Hafizah ke-57
  4.  Aar Rahmawati Hafizah ke-58
  5.  Siti Aisyah Arrahmi Hafizah ke-59
Direktur maquraa mengungkapkan rasa syukur dengan selesainya hafalan al-Quran kelima hafizah tersebut. “Alhamdulillah, kami bersyukur malam ini lima orang selesai lagi. Sehingga totalnya sudah 59, dan puteri jumlah yang selesai (hafalan,red.) sudah 23 orang”. Tutur pemilik 14 sanad Qiraat al-Quran tersebut.

”dan insya allah tahun sekarang akan lebih dari jumlah ini. Yang putera alhamdulillah kemarin satu orang dari Dubai juga sudah menyelesaikan hafalannya”. Tambahnya.
Di usianya yang  sudah hampir sepuluh tahun, MAQURAA telah melahirkan total 59 penghafal al-Quran.

Selain itu, Ustaz Arif jug menegaskan bahwa sistem yang diterapkan di MAQURAA lebih menekankan kepada murojaah. “di sini kami lebih tekankan di murojaahnya. Karena buksn tidak bisa menghafal al-Quran itu dipaksakan cepat, tapi pertanyaanna bagaimana kualitas dari hafalannya setelah hatam ?.”. jelas pria yang juga sebagai pengajar di Sekolah Indonesia Kairo (SIC) itu.



Di akhir sambutannya, beliau memberikan tips-tips khusus para penghafal al-Quran. Penulis rangkum dalam poin-poin berikut :
1.      Para penghafal al-Quran itu harus punya waktu khusus dengan al-Quran.
2.      Menghafal al-Quran adalah perjanjian keramat hingga akhir hayat. Dan harus memiliki konsistensi besar dalam murojaah.
3.      Para penghafal al-Quran tidak perlu khawatir dengan segala urusannya. Insya Allah semuanya akan dilancarkan oleh Allah swt. (Syadid, red.)




Post a Comment

Start typing and press Enter to search