Sunday, May 6, 2018

Tim Lajnah Pentashihan Mushaf al-Quran Kementrian Agama RI Kunjungi MAQURAA

Jumat (4/5), Majelis Qur’an Abu Amru el-Akkad (MAQURAA) kedatangan tamu istimewa dari Tim Lajnah Pentashihan Mushaf al-Quran Kementrian Agama RI yaitu: Ustaz H. fahrur Razi, MA., Ustaz Ahmad Jaeni, MA. dan Ustaz Dr. H. Zainal Arifin Madzkur, SQ., M.A. Tujuan utama mereka ke Mesir adalah untuk bersilaturahim kepada masyayikh Al-Azhar sambil belajar ilmu agama terkhusus pada ilmu Rasm al-Quran, Waqaf Ibtida, dan sekelumit ilmu yang berhubungan dengan pentashihan al-Quran.
Acara dialog pada sore hari (15.00 CLT) tersebut bersifat umum untuk seluruh masisir, dan mayoritas dihadiri oleh santri MAQURAA mukim dan non mukim. Acara dipandu oleh saudara Faisal Hilmi - salah satu santri MAQURAA,- dimulai dengan pembacaan basmalah dan kalam ilahi, acara pun dimulai dengan khidmat.
Sebelum berbicara panjang tentang pentashihan, MC membacakan profil singkat dari masing-masing pembicara sebagai awal perkenalan. Masuk ke acara selanjutnya, sambutan dari Ustaz Arif Wardani Lc., M.Hum selaku direktur MAQURAA. Ia menyampaikan kebahagiaannya bisa bertemu dengan para pentashih al-Quran Indonesia. Disamping itu, ia juga menyampaikan sejarah MAQURAA secara singkat, serta harapan MAQURAA kedepan, agar bisa lebih mewarnai kehidupan masisir dengan keberkahan Alquran. “Saya berharap kehadiran MAQURAA bisa lebih mewarnai masisir dengan keberkahan al-Quran,” tuturnya. “Karena MAQURAA dari masisir dan untuk masisir,” tambahnya.
Acara dialog dimulai dengan pemaparan singkat dari masing-masing pembicara. Seperti yang telah dijelaskan bahwa tugas para pentashih itu cukup berat, karena semua cetakan al-Quran yang ada di Indonesia harus ditashih terlebih dahulu sebelum dicetak dan disebarluaskan kepada masyarakat umum. Disamping itu, merekapun harus siap dengan kritikan dari masyarakat jika ada cetakan al-Quran yang kurang pas dalam mengartikan atau dalam penulisan rasm-nya.
Demi menjawab pertanyaan masyarakat yang begitu beragam, dan untuk memperdalam ilmu tentang pentashihan, mereka menyempatkan diri - ditengah kesibukan tugas di Tanah Air- untuk bisa belajar kepada masyayikh di negri Kinanah ini.
Dialog pun berakhir dan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh ustaz Zakir, Lc. Kemudian ditutup dengan salam dan perfotoan dengan narasumber. (Red: Humam)




Post a Comment

Start typing and press Enter to search