Saturday, August 4, 2018

Dasep Shaleh Nuralim, Peraih MAQURAA Award Juli 2018

Direktur MAQURAA memberikan penghargaan kepada Dasep Shaleh Nuralim.
Maquraamesir.com- Jumat (3/8), MAQURAA kembali mengadakan evaluasi bulanan yang bertempat di Rumah Syekh Mishbah Ibrahim ad-Dasuuqiy (Rumah MAQURAA), Abbas El-Akkad.

Selain mengevaluasi kegiatan santri selama satu bulan, Direktur MAQURAA memberikan apresiasi kepada santri yang berprestasi dengan tajuk 'MAQURAA Award' yang meliputi tiga kriteria, salat Subuh & Magrib teraktif, hafalan teraktif, dan amaliyah teraktif.

Pada MAQURAA Award bulan ini (Juli 2018) diraih oleh Dasep Shaleh Nuralim yang mendapatkan poin tertinggi dari akumulasi semua kriteria. Berikut rincian dari masing-masing kriteria:


Salat Subuh Teraktif
           1. Ahmad Mujahid (Aktif : 31 hari , prosentase : 100 %).
           2. Dasep Shaleh Nuralim (Aktif : 30 hari , prosentase : 97 %).
           3. Sayyid Humam Al-Haq (Aktif : 30 hari , prosentase : 97%).
           4. Wildan Kholid (Aktif : 29 hari , prosentase : 94%).
           5. Abdul Muluk (Aktif : 29 hari , prosentase : 94%).

Salat Magrib Teraktif
1. M. Ridho Maulana (Aktif : 28 hari , prosentase : 90%).
2. Abdul Muluk (Aktif : 28 hari , prosentase : 90%).
3. Mabafasa Al-khuluqy (Aktif : 27 hari , prosentase : 87%).
4. Iswahyudi Hainur (Aktif : 27 hari , prosentase : 87%).
5. Wildan Kholid (Aktif : 27 hari , prosentase : 87%).

Hafalan Teraktif
1. Abbi Zakaria (651.52 point).
2. Zayyin Mukhammad Jabbar (414.59 point).
3. Mabafasa Al-khuluqiy (409.51 point).
4. Regy Rizandi Darmadi (402.05 point).
5. Wildan Kholid  (398.35 point).

Amaliyah Teraktif
1.Ahmad Nabil F.F. (Kebersihan Sampah) 21 point.
2.Fikri Haekal (Rekap Data Tahfidz Mukim) 21 point.
3.Dasep Shaleh Nuralim (Kebersihan Sampah) 21 point.
4.Teuku Arief M. (Kebersihan Shalah Lantai 1) 20 point.
5.Abbi Zakaria (Perawatan Tanaman) 20 point.

Dasep memberikan tips dan motivasi kepada santri yang lain.

Setelah ditetapkan sebagai peraih MAQURAA Award, Dasep diberi kesempatan untuk berbagi tips dan pengalaman dalam mengikuti seluruh kegiatan di MAQURAA. Ia mengungkapkan bahwa keinginan yang kuat dan pembiasaanlah yang menjadi motivasinya dalam mengikuti kegiatan di MAQURAA, sehingga mendapat penghargaan tersebut. 

Kemudian Direktur MAQURAA Ustaz Arief Wardhani memberikan arahan kepada para santri. Beliau menyampaikan ada tiga hal yang menjadi kunci eksistensi sebuah komunitas. "Pertama adalah ciri khas, kalau kita yaitu al-Quran. Yang kedua idarah atau sistem dan yang terakhir adalah jiwa kepengasuhan. Jadi harus ada yang dituakan sehingga bisa memberikan bimbingan kepada yang lebih muda," tuturnya. 

Acara kemudian diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Ustaz Dery Ferdian(Syadid/Red)


Post a Comment

Start typing and press Enter to search