Sunday, September 30, 2018

Inspirasi dari Empat Hafiz Baru Maquraa


MAQURAA kembali menggelar tasyakuran khataman hafalan Alquran. Kali ini, empat mahsantri MAQURAA telah menyelesaikan hafalan Alquran 30 juz Qira’at ‘Ashim Riwayat Hafs, setelah sebelumnya delapan hafiz dan hafizah secara berturut-turut menyelesaikan hafalannya. Para hufaz baru tersebut adalah  Muhammad Yauduk Muyyamman (hafiz ke-70), Ahmad Mujahid (hafiz ke-71), Novian Nuzul Faza (hafiz ke-72), dan Muhammad Hafizh Izzuddin (hafiz ke-73).

Acara tersebut dilaksanakan di Rumah MAQURAA VI, Ahad(23/09), dan dihadiri oleh Direktur MAQURAA Ustaz H. Arief Wardhani, Lc., M.Hum., Al-Hafiz. Turut hadir pula Ketua Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA), pengajar senior, dan tamu undangan.

Setelah prosesi khataman, dalam acara tersebut para hufaz menyampaikan pesan dan kesannya selama proses menghafal Alquran sampai berhasil menyelesaikannya. Hafiz ke-70 Muhammad Yauduk Muyamman menuturkan bahwa dalam menghafal Alquran dibutuhkan sebuah komunitas dan lingkungan yang mendukung. “Tanpa adanya teman-teman satu visi seperti di MAQURAA ini, saya mungkin tidak bisa duduk di depan antum semua,” ujar mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Al Azhar tersebut.

Ahmad Mujahid, hafiz ke-71, menegaskan pentingnya istiqomah dan kesabaran dalam menghafal Alquran sebab proses yang dilalui tidak mudah dan penuh cobaan. Hal senada juga disampaikan Novian Nuzul Faza, hafiz ke-73, yang menceritakan kisahnya ketika menghafal Alquran. “Saya sampai pernah sakit karena memikirkan ujian juz 15. Tapi setelah sampai juz 20, Alhamdulillah 10 juz sisanya bisa saya selesaikan dalam sebulan,” tambah mahasiswa asal Aceh tersebut.

Sementara Hafiz Izzudin, hafiz ke-73, menyampaikan bahwa sebetulnya setiap orang mempunyai potensi untuk menghafalkan Alquran, namun tidak semuanya memanfaatkan potensi tersebut. Ia juga mengaku terinspirasi dari salah satu prinsip yang dipegang teguh oleh gurunya, Ustaz Arief Wardhani. “Ada perkataan Ustaz Arief yang sangat menginspirasi saya. Beliau pernah mengatakan, ‘di tengah kesibukan saya di luar, saya ingin segera kembali ke rumah sehingga bisa istirahat, agar setelah itu saya bisa mengaji lagi,’” ujarnya menirukan perkataan sang guru.

Ketua KMA Thaibur Rifqi Ananda, Lc., Dipl. dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Ustaz Arief terutama karena banyak mahasiswa asal Aceh dapat mengkhatamkan Alquran di bawah bimbingannya. “Kehadiran MAQURAA banyak memberikan warna baru bagi masisir (mahasiswa Indonesia di Mesir). Harapan saya kepada para hufaz agar tidak hanya berhenti disini, semoga kedepannya bisa melahirkan para penghafal Alquran baru lain di tanah air,” tambahnya.

Di penghujung acara Direktur MAQURAA menyampaikan terima kasih kepada hadirin yang telah menyempatkan hadir. Beliau juga berpesan kepada para mahasantri, baik yang telah selesai hafalannya maupun yang belum, untuk selalu istiqomah bersama Alquran sekalipun memiliki banyak kesibukan. “Letak keberhasilan seorang penghafal Alquran ialah ketika ia berhasil mengatur waktu antara semua kesibukkan yang ada dengan tetap istiqomah bersama Alquran.”, terangnya. 
(Taufiq/Red)

Post a Comment

Start typing and press Enter to search