Wednesday, October 3, 2018

3 Pesan Syaikh Muhammad Fuad dalam Wisuda Akbar MAQURAA ke-VI


“Saya sangat bersyukur dapat duduk dan hadir di hadapan kalian. Betapa indah acara wisuda ini, terkumpul di dalamnya para ahlul qur’an dan pecinta Alquran. Insyaallah Barokah Allah mengiringi kita semua,”

Direktur Markaz Alquran Ahmad Isa al-Ma’sharawy Syekh Muhammad Fuad Abdul Majid menyampaikan hal tersebut dalam Wisuda Akbar MAQURAA ke-VI, Ahad (30/9), di Auditorium Salah Kamil Al-Azhar, Hay Sadis. Dalam kesempatannya beliau berbagi motivasi dan nasihat pada para wisudawan.

Tidak diragukan lagi, lanjutnya, Alquran sebagai kitab suci kita tidak diajarkan melainkan dengan talaqqi. Hal ini dapat dilihat ketika wahyu pertama turun surat Al-Alaq ayat 1-5. “Seperti kita ketahui, kisah Nabi Muhammad yang diajarkan langsung oleh Jibril dalam membaca Alquran. Ini bukti pentingnya talaqqi dalam mempelajari Alquran. Kita belajar melalui lisan ke lisan atau riwayatan,” ucapnya.

Beliau menambahkan bahwa riwayah (mengambil riwayat) merupakan asas pertama dalam talaqqi. Disamping itu, kita juga tidak boleh mengabaikan dirayah (mempelajari disiplin ilmu) sebagai asas kedua. “Seperti dalam ayat ‘’allama bil qolam’ yang menunjukan pentingnya kitabah (tulisan). Bukti nyata yang dapat dirasakan ialah adanya berbagai matan yang memudahkan kita dalam mempelajari ilmu Alquran. Termasuk  seperti matan as-Syatibiyah yang bersumber dari kitab At-Taisir karya Imam Abu Amr ad-Dhani,” tambah Syaikh Fuad yang juga merupakan juri MHQ Internasional.

“Dengan memperhatikan riwayah dan dirayah dengan baik, kita akan mencapai hasil maksimal dalam proses talaqqi,” imbuhnya.

Syaikh Fuad kemudian menyampaikan tiga pesan kepada para wisudawan dan hadirin lainnya, terutama terkait proses menghafal Alquran.

Pertama, al-Ijadah qobla al-Ijazah. Maksudnya ialah pentingnya me-mutqin-kan atau melancarkan hafalan dan bacaan Alquran sebelum memperoleh ijazah. “Jauh sebelum mendapat ijazah, sudah seharusnya seorang penghafal Alquran memutqinkan hafalannya terlebih dahulu,” tambahnya.

Pesan kedua, at-Tasbit ahammu min al-Jadid. Menguatkan hafalan yang kita miliki jauh lebih penting dari menambah hafalan baru, sedangkan hafalan yang dimiliki belum lancar. “Jangan terburu-buru mengejar akhir surat agar cepat selesai, kuatkan yang ada terlebih dahulu,” tandasnya.

Ketiga atau terakhir, kaifa ahammu min kam. “Bagaimana proses atau kualitas hafalan kalian, jauh lebih penting dari berapa banyak juz yang kalian hafal,” tuturnya.

Di akhir tausiyahnya Syaikh Fuad mengajak hadirin mengikuti beliau membaca Al-Fatihah Qira’at Abu Amr dengan harapan penamaan majelis MAQURAA dengan nama imam qira’at tersebut senantiasa mendatangkan manfaat dan keberkahan. (HidanulA/Red.)
     

Post a Comment

Start typing and press Enter to search