Tuesday, November 13, 2018

Di Balik Kisah Perjuangan Hafizah ke- 74 MAQURAA



Maquraamesir.com- Perjalanan menghafal Alquran memang tidak mudah. Ada saat-saat menurun, malas, hafalan tidak lancar, bahkan tidak ingin melanjutkan lagi. Itu semua tidak lain merupakan ujian bagi siapa yang berjuang meniti jalan tahfiz Alquran.

“Kita hanya perlu tetap jalan. Pada waktunya, akan selesai dan lewat pula semua godaan dan kesusahan tersebut,” ungkap hafizah ke- 74 Nur Hanifah, Lc.

Mahasantriwati asal Aceh tersebut menyampaikannya dalam Tasyakuran Khataman Tahsin dan Hafalan Alquran 30 Juz yang diselenggarakan pada Ahad(11/11) di Rumah MAQURAA VI, Abbas El-Akkad, Kairo. 

Nur Hanifah telah mulai menyetorkan hafalan di MAQURAA sejak 4 tahun lalu, tepatnya pada 31 Agustus 2014. Di tengah perjalanannya menghafal, ia sempat tawaquf atau berhenti satu tahun penuh pada 2016-2017 karena satu dua hal mendesak.

“Waktu terasa sangat cepat. Setelah cukup lama berhenti, saya merasa agak malas, tidak semangat, bahkan sempat berfikir untuk tidak ingin melanjutkannya lagi,” ucapnya sambil bercerita bahwa saat itu ia telah sampai di Surat Toha, pertengahan juz 16.

Dalam proses menghafal Alquran istiqomah memang menjadi kunci dari setiap kemudahan. Sekalinya kita berhenti atau malas, untuk memulai lagi dibutuhkan tenaga yang tidak sedikit. Semangat kita sudah tidak seperti sedia kala. Dalam fase ini, terkadang kita memang membutuhkan motivasi, tidak hanya dari diri sendiri, melainkan juga orang lain.  

Ketika melihat teman-teman dekatnya sudah hampir selesai, bahkan ada yang telah selesai 30 juz, mulailah ia tersadar. “Padahal saya yang lebih dulu mulai dari mereka. Sejak saat itu saya mencoba mengingat kembali alasan saya memulai, dan saya putuskan untuk lebih serius dan berazzam menyelesaikan,” tambahnya.

Setelah berjuang melalui berbagai kesulitan dan ujian untuk bangkit kembali, atas izin Allah, Nur Hanifah telah menyelesaikan setoran hafalan Alqurannya tepat pada 3 November 2018 lalu.

Ia bersyukur atas kemudahan yang senantiasa diberikan Allah SWT dibalik kesusahan-kesusahan yang ia lalui. Tidak lupa, ia berterimakasih kepada Ustaz Arief Wardhani selaku Direktur MAQURAA dan kepada para penyimak yang telah meluangkan waktunya. “Setelah selesai, bukan berarti benar-benar selesai. Kita masuk fase yang lebih serius, yaitu melancarkan hafalan,” imbuhnya.

Ketika ditanya motivasi utama menghafal Alquran, ia menjawab bahwa sebagai seorang penuntut ilmu syar’i, terutama seorang Azhary, sudah selayaknya hafal Alquran menjadi keharusan sebagai modal utama untuk lebih mendalami ajaran-ajaran islam. “Apalagi kita pasti akan berkiprah kembali ke tanah air, tentu ini menjadi bekal utama yang harus dimiliki,” terang Nur Hanifah.

Ia juga berpesan kepada mahasantri lainnya untuk selalu istiqomah dalam muraja’ah. “Kenapa kita malas? Karena tidak lancar. Kenapa tidak lancar? Karena tidak muraja’ah. Sebetulnya kita hanya berputar disitu-situ saja. Untuk lepas dari itu, ya muraja’ah kuncinya,” ungkapnya.       

Selamat kepada Ustazah Nur Hanifah, Lc., yang telah menyelesaikan hafalan Alqurannya. Semoga setiap langkah dan lelahnya dalam meniti jalan bersama Alquran tergantikan dengan balasan yang tidak ada bandingannya, keridhoan Allah SWT. Semoga kita semua juga diberi kemudahan untuk senantiasa istiqomah dalam mempelajari dan mengajarkan Alquran. Wafaqonallahu jami'an. (HidanulA/Red.)

Post a Comment

Start typing and press Enter to search