Friday, November 23, 2018

Keistimewaan Nabi Muhammad Saw dalam Alquran, Hikmah Perayaan Maulid Nabi





Maquraamesir.com- Nabi Muhammad Saw ialah kekasih Allah yang kemuliaan dan keutamannya melebihi nabi-nabi sebelumnya. Beliau rasul terakhir, penutup, sekaligus pemuka para nabi dan rasul. Berbeda dari nabi dan rasul yang lain, beliau memiliki berbagai keistimewaan yang menjadikannya  lebih utama dari yang lainnya.

Ustaz H. Aep Saepullah Darusmanwiati, M.A., menyampaikan hal tersebut pada tausiyahnya dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw yang diselenggarakan MAQURAA di Rumah VI, Abbas El Akkad, Nasr City, Kairo, Kamis(22/11).



Dalam ceramahnya, beliau memaparkan berbagai keutamaan Rasulullah dalam Alquran. Para nabi dan rasul, sebelum diutus oleh Allah, mereka terlebih dahulu telah diambil janjinya oleh Allah Swt. “Mereka berjanji bahwa jika datang seorang rasul bernama Muhammad Saw mereka akan beriman kepadanya dan menolongnya, sebagaimana firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 81,”tutur Ustaz yang tengah menempuh program doktoralnya di Universitas Al Azhar Fakultas Syari’ah Islamiyyah.

 “Dan (Ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, ‘Manakala Aku berikan kitab dan hikmah kepadamu lalu datang kepada kamu seorang Rasul yang membenarkan apa yang ada pada kamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya’…….. ”

Selain itu, lanjutnya, diantara keutamaan Rasulullah Saw lainnya dalam Alquran ialah banyak disebutnya lafal Nabi Muhammad Saw lebih dulu sebelum penyebutan nabi atau rasul lainnya. “Padahal beliau adalah nabi terakhir yang diutus Allah swt. Tentu saja, ini suatu keistimewaan dari Allah kepada Nabi Muhammad SAW,”terangnya.

Dalam Alquran Allah juga menyebut para nabi dengan penyebutan nama langsung, baik berupa nida (seruan) maupun khobar (berita). Hal ini berbeda dengan penyebutan Nabi Muhammad yang selalu diiringi dengan panggilan kemuliaan. “Contohnya seperti ‘ya ayyuha an-Nabi,’ ‘ya ayyuh ar-Rasul,’ ‘ya ayyuha al-Muzzammil,’ dan masih banyak lagi. Bahkan ketika namanya disebutkan jelas dalam suatu ayat, maka akan diikuti setelahnya penyebutan ‘ar-Rasul’ maupun huwa ‘al-Haq”tambah ustaz yang berasal dari Ciamis, Jawa Barat ini.

Dalam sumpah, sambung Ustaz Aep Saepullah, tidak satu pun dari makhluk yang Allah bersumpah dengannya dalam Alquran, melainkan padanya terdapat sebuah keutamaan. Dalam hal ini, Allah bersumpah demi kepentingan Rasulullah Saw. “Seperti dalam surat Al-Hijr ayat 72, ‘la’amruka innahum lafii sakratihim ya’mahun’ (Demi umurmu (Muhammad), sungguh, mereka terombang-ambing dalam kemabukan),”ucapnya sembari menyampaikan bahwa hal ini tidak didapati pada nabi dan rasul lainnya.

Acara ini dihadiri oleh Direktur MAQURAA, para pengajar, dan mahasanti-mahasantriwati MAQURAA. Turut hadir pula alumni dan para hufaz MAQURAA yang telah berkiprah di luar. Selain itu, peringatan maulid ini juga dimeriahkan dengan penampilan tim hadrah dari para mahasantri.  


Di akhir acara diadakan sesi foto bersama dan ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustaz Deri Ferdian al-Hafiz. Semoga kita senantiasa dapat meneladani sikap dan akhlaq mulia suri teladan kita, baginda Nabi Muhammad Saw. (Usamah/Red)







Post a Comment

Start typing and press Enter to search