Thursday, December 6, 2018

Alquran sebagai Wasilah, Pesan Direktur MAQURAA dalam Sima'an Penutupan Kegiatan Termin I



Maquraamesir.com-“Mā anzalnā 'alaikal-qur`āna litasyqā(kami tidak menurunkan alquran ini kepadamu (Muhammmad) agar engkau menjadi susah).” (Q.S. Taha : 2)

Alquran sama sekali tidak mengambil waktu kita. Jangan sampai kita merasa sempit. Jangan hanya karena waktu ujian, porsi kita membaca Alquran menjadi berkurang.  Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz H. Arief Wadhani Lc,. M.Hum,. dalam Pembukaan Sima’an Alquran 30 juz dalam rangka Penutupan Kegiatan Termin 1 yang diselenggarakan di Rumah MAQURAA VI, Abbas El Akkad, Nasr City, Kairo, Kamis(6/12).

Ustaz Arief memberi motivasi dan semangat kepada para mahasantri untuk terus istikamah bersama Alquran di masa-masa persiapan ujian termin Al-Azhar ini. “Jadikan Alquran sebagai wasilah ke-najah-an (kesuksesan) dalam ujian. Niatkan ketika membaca Alquran, kita bertawasul dengan Alquran,” terangnya.


Beliau kemudian meyakinkan para mahasantri untuk tidak takut menghabiskan waktu dengan Alquran sekalipun memiliki tanggungan menguasai muqarrar. “Yakinlah waktu yang kita gunakan bersama Alquran akan diganti oleh Allah dengan kemudahan-kemudahan, baik dalam belajar maupun dalam aktifitas lainnya,” tambahnya.

Di setiap kegiatan kita, lanjut beliau, hendaklah senantiasa memperbaiki dan meluruskan niat terutama dalam menghafal Alquran. “Rutinitas yang banyak sering kali membuat kita lupa tujuan dan niat kita. Renungkan kembali untuk apa saya menghafal? Untuk apa saya mengaji? Untuk apa saya sholat?” ucapnya diikuti antusias para mahasantri dalam mendengarkan apa yang beliau sampaikan.

Di masa persiapan ujian, tentu akan banyak waktu digunakan untuk belajar. Hal ini terkadang berdampak pada berkurangnya waktu untuk memurajaah hafalan. Ustaz Arief mengarahkan para mahasantri untuk menjadikan masa-masa ujian ini sebagai tantangan agar tetap dapat muraja’ah disamping mempelajari muqarrar. “Kalau bisa bahkan ditambah lagi murajaahnya, membaca Alqurannya. Seperti tanaman yang harus selalu disiram agar tidak layu, begitu juga Alquran harus senantiasa di murajaah,” imbuhnya.

Alquran yang senantiasa dihafalkan oleh umat islam tidak lain ialah tiket untuk menuju surga dan mendapatkan ridha Allah. “Tentu kita semua berharap, tiket surga ini dapat terus terjaga sampai akhir hayat nanti,” ujarnya menutup apa yang beliau sampaikan sebelumnya.



Acara Sima'an yang dihadiri seluruh mahasantri dan para ustaz MAQURAA ini selain bertujuan sebagai sarana murajaah mahasantri, juga sebagai syi’ar kepada khalayak masyarakat terkait pentingnya menghafal dan menjaga Alquran.

Pembukaan Sima’an ditutup dengan do’a oleh Ustaz Dery Ferdian kemudian dilanjutkan dengan pembacaan juz-juz yang telah ditentukan kepada setiap mahasantri secara bergantian mulai dari juz 1 sampai juz 30. Sima’an ini direncanakan akan berlangsung selama 3 hari sampai hari Sabtu (8/12). (Usamah/Red)

Post a Comment

Start typing and press Enter to search