Tuesday, March 19, 2019

Kunjungi MAQURAA, Kyai Sofwan Berbagi Pesan Menyambut Satu Dekade MAQURAA


Maquraamesir. com- Keluarga Besar MAQURAA kedatangan tamu istimewa. Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah KH. Sofwan Manaf, M.Si. beserta jajarannya berkunjung silaturahim ke MAQURAA, Ahad (10/3).

Kunjungan tersebut disambut dengan hangat oleh Direktur MAQURAA Ustaz H. Arief Wardhani yang juga merupakan salah satu alumni Pesantren Darunajah 2 Cipining. Setelah ramah tamah, Kyai Sofwan dipersilahkan untuk berbagi pesan dan pengalaman dalam Dialog Santai di hadapan para mahasantri MAQURAA.

Turut hadir dalam dialog tersebut empat Pimpinan Pengurus Pesantren Darunnajah lainnya, Ustaz H. Hendro Risbiyantoro, M.S., Ustaz Ridha Makky, M.Pd., Ustaz Wahyu Fazri, S.Ag., Ustaz H. Imam Khairul Annas, Lc.

Mengawali sharingnya, Kyai Sofwan menyampaikan bahwa saat ini beliau tengah menyiapkan kader umat Islam masa depan melalui jalur pendidikan, terutama pesantren.



Darunnajah (DN) sebagai institusi pendidikan berbasis pesantren yang telah berdiri sejak 1961, sampai saat ini telah memiliki 17 kampus terpadu dengan luas tanah total 774 hektar dan jumlah siswa yang mencapai sekitar 10.200. Kehadiran DN sendiri tidak lepas dari misi mempersiapkan kader umat Islam di masa depan.

"Dakwah melalui dunia pendidikan ini sangat penting. Di tengah pesatnya globalisasi, ghazwul fikr atau perang pemikiran sangat mudah terjadi bahkan anak muda dijadikan sebagai objek utama. Salah satu cara paling efektif untuk melawan, tentu saja melalui pendidikan." tutur Kyai Sofwan yang juga merupakan alumni Universitas Al-Alzhar.

Indonesia dengan jumlah penduduk yang sangat banyak, lanjutnya, membutuhkan kader militan sebagai penerus misi perjuangan. "Umur manusia ada batasnya, namun perjuangan harus tetap terus berjalan. Sebagai kader harapan masa depan, kalian lah yang akan meneruskan misi perjuangan kelak," tegasnya.

Oleh karena itu, persiapan yang matang dan maksimal menjadi sebuah keharusan. Sebab pergerakan Islam tidak berjalan begitu saja, melainkan harus ada yang mendesain dengan baik. "Antum bagian yang akan berjuang, cepat belajarnya, cepat selesai, cepat pulang mengabdi ke Indonesia." pesan Kyai Sofwan kepada para mahasantri MAQURAA.

Cepat bukan berarti terburu-buru. Semua proses harus dilalui dengan baik. Di Mesir, teman dan lingkungan kita berada akan mempengaruhi kualitas kita.

"Jika lingkungan bagus, kualitas kita akan bagus. Namun jika salah memilih teman, habislah riwayat kita. Nah, saya melihat di MAQURAA terdapat bi'ah (lingkungan:red) bagus untuk menunjang kualitas seorang mahasiswa," ujarnya.

Memasuki usia satu dekade, tantangan yang akan dihadapi MAQURAA tentu lebih besar. Tantangan institusi pendidikan di usia 5 tahun ialah konsistensi, apakah tetap akan berjalan dengan baik atau tidak. Sementara di usia 10 tahun, tantangannya meningkat menjadi kualitas.

"Sudah tidak perlu memikirkan kuantitas, karena MAQURAA sendiri sudah terkenal dan memiliki nama. Tantangan saat ini ialah kualitas, bagaimana input dan output seorang mahasantri MAQURAA. Sementara di usia 15 tahun kelak, tantangannya ialah loyalitas. Dalam hal ini, kaderisasi harus dipersiapkan sejak saat ini demi keberlangsungan MAQURAA kedepannya."

Ustaz Arief Wardhani dalam sambutannya menyampaikan amat bahagia mendapat kunjungan dari Pimpinan Ponpes Darunnajah. "Bagi saya ini anugerah yang luar biasa, dapat dikunjungi langsung oleh orang tua kami. Semoga silaturahim kita semakin erat terjalin," ucapnya.



Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian cindera mata dari Direktur MAQURAA kepada Kyai Sofwan berupa Majalah TEKAD, Kitab Matan Qurbah & Muwadohah, dan Matan Dhou'i al-Qomari fi Maratibi as-Suwari karya Ustaz Arief Wardhani. 

Acara silaturahim dan dialog ditutup dengan membaca doa yang dipimpin Ustaz Dery Ferdian, dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama.



(HidanulA/Red).

Post a Comment

Start typing and press Enter to search