Friday, June 7, 2019

Perayaan Idul Fitri ala Mahasantri MAQURAA


Maquraamesir.com– Gema takbir berkumandang di malam akhir bulan Ramadhan, malam dimana semua umat manusia di dunia merasakan dua rasa bersamaan, bahagia dan sedih. Bahagia karena akan menyambut hari kemenangan, sedih karena ditinggal bulan nan mulia, Ramadhan. Itulah apa yang dirasakan mahasantri MAQURAA malam hari itu, bertakbir di malam hari, bercampur aduk antara kebahagiaan dan kesedihan. Takbir yang menggema di Rumah MAQURAA VI, seakan membawa jiwa kedalam ruang kerinduan yang dalam, rindu akan kampung halaman yang beribu mil jauhnya, rindu akan kehangatan berkumpul bersama keluarga, rindu akan tanah air tercinta, Indonesia.

Pagi hari, takbir terdengar dari bilik masjid As Salam seraya memanggil untuk berkumpul, menunaikan ibadah sunnah tahunan, sholat ‘Ied berjamaah. Dengan mengenakan jubah serba putih, Mahasantri MAQURAA berduyun-duyun melangkah ke masjid, dan menunaikan sholat ‘Ied berjamaah. Suasana pun mengharu biru mendengar takbir dan bacaan surah Al A’la yang selaras dengan perintah mensucikan diri. Usai sholat, Mahasantri MAQURAA menyimak khutbah Idul Fitri yang disampaikan oleh Syeikh Ahmad, salah satu Da’i Nasional Mesir. Beliau berpesan didalam khutbahnya bahwa pentingnya menjaga ibadah, bukan hanya di bulan Ramadhan saja, namun juga di bulan-bulan yang lain. “Tuhan yang kita sembah di bulan Ramadhan, juga Tuhan yang kita sembah di bulan Syawwal dan bulan-bulan lainnya”, tutur Syeikh Ahmad.

Usai khutbah, para Mahasantri MAQURAA pun berfoto di masjid As Salam, bersama dengan Direktur MAQURAA Al Ustadz H. Arief Wardhani, Lc. M.Hum. serta Syeikh Ahmad. Tak sampai disitu,, momen berfoto pun berlanjut di Hadiqah Saqaliyah, sebuah taman yang tak jauh dari masjid As Salam. Nuansa kebersamaan dan saling bersalaman pun tak terlewatkan. Raut wajah ceria terpaut di wajah para Mahasantri MAQURAA. Suasana Idul Fitri di Mesir memang berbeda dengan di Indonesia. Jika di Indonesia, masyarakat saling bertamu, beramah tamah dengan para tetangga,  lain halnya di Mesir. Usai sholat ‘Ied, masyarakat Mesir lebih memilih berkumpul bersama keluarga didalam rumah atau pergi ke wahana rekreasi. Jalanan pun nampak sepi baik menjelang maupun ketika Idul Fitri. Namun, suasana yang berbeda itu tidak menyurutkan senyum ceria Mahasantri MAQURAA dalam menyemarakkan Idul Fitri di negeri para Nabi.




Even selanjutnya ialah makan bersama di Rumah MAQURAA VI. Opor dan rendang yang dihidangkan, sedikit mengobati kerinduan akan kampung halaman. Usai makan, barulah penilaian lomba memasak antar Rumah MAQURAA dimulai. Lomba memasak adalah salah satu acara tahunan sebagai perayaan Idul Fitri di MAQURAA. Sebelumnya, Mahasantri MAQURAA memasak menu terbaik dan spesial yang bisa mereka buat dimalam harinya, kemudian sesi penjurian dimulai setelah makan pagi tepat. Juri pada lomba memasak kali ini diambil perwakilan tiap-tiap Rumah MAQURAA. Lomba memasak tahun ini dimenangkan oleh Rumah MAQURAA IV dengan menu andalan mereka Pempek Batu Nisan dan Gemat Toping Coklat. Acara berjalan dengan begitu serunya.

Kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi Halal bihalal di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia yang bertempat di jalan Aisha El Taymouria, Garden City, Kairo. Acara ini sebagai bentuk wadah pemersatu Warga Negara Indonesia yang berada di Mesir, baik dari kalangan mahasiswa maupun pekerja. Acara begitu meriah, suasana kekeluargaan pun terjalin begitu erat disana. Mahasantri MAQURAA bersama Al Ustadz Arief Wardhani, Lc. M.Hum. dipersilahkan untuk menikmati hidangan sembari mendengar sambutan dari Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Bapak Helmy Fauzy. Didalam sambutannya, beliau berpesan agar para Warga Negara Indonesia khususnya di Mesir untuk selalu menjalin hubungan kekeluargaan dengan baik. “Kalau di Indonesia kita mudik ke kampung halaman, maka di Mesir, KBRI lah kampung halaman kita. Dan saat ini kita tengah mudik, yakni mudik kebangsaan”, tutur beliau. Acara diakhiri dengan berfoto bersama. Mahasantri MAQURAA mendapat momen tersendiri untuk berfoto bersama Duta Besar Republik Indonesia beserta wakilnya.

Selepas dari KBRI, Mahasantri MAQURAA bersama Direktur MAQURAA Al Ustadz Arief Wardhani, Lc. M.Hum. mengunjungi sungai Nil, sungai yang menjadi saksi akan kisah Nabi Musa As. Disana, Mahasantri MAQURAA bersama-sama menaiki kapal mengarungi sungai terpanjang di dunia itu. Kapal itu mengarungi sungai mulai dari Tahrir hingga berlabuh di Giza. Kota yang terkenal akan piramidnya. Even ini bukanlah ajang untuk sekedar bersenang-senang alakadarnya, namun even ini merupakan bentuk kesyukuran atas tertunaikannya kewajiban kita sebagai umat muslim di bulan Ramadhan. Dengan berwisata bersama, kita mampu menghilangkan kepenatan dan menjalin lebih hangatnya kekeluargaan. (Bagas Ade/Red)

Post a Comment

Start typing and press Enter to search