Monday, March 23, 2020

Tetap Produktif, MAQURAA Manfaatkan Libur COVID-19 dengan Karantina Tahfiz dan Daurah Tajwid

Maquraa.com- Menyambut keputusan Pemerintah Mesir tekait diliburkannya semua institusi pendidikan selama dua minggu karena wabah COVID-19, MAQURAA menyikapi hal tersebut dengan positif. Salah satunya dengan memanfaatkan waktu libur tersebut untuk karantina tahfiz. 


Karantina tahfiz dilaksanakan serempak di tiga cabang sekaligus: Abbas, Darrasah dan MAQURAAWATI Sabik. Dimulai sejak 16 Maret lalu, karantina tahfiz ini dilaksanakan selama 10 hari dengan target minimal 1 juz dengan paket murajaah dan ujiannya. 

Selain porsi waktu setoran yang ditambah, salah satu aturan yang disepakati ialah pengumpulan HP dari sore hingga pagi harinya. Harapannya, para mahasantri dapat lebih fokus dan memaksimalkan kesempatan yang ada.

Selain karantina, untuk menambah produktifitas selama liburan, MAQURAA juga mengadakan berbagai kegiatan lain seperti Daurah Tajwid Matan Jazari seperti yang dilaksanakan di Abbas. Daurah tersebut berlangsung setiap hari pukul 9-11 pagi diampu oleh Ustaz Muhammad Zakir, Lc. 


Sementara di Darrasah, para mahasantri juga berinisiatif mengadakan daurah intensif Fiqh Wanita membahas Kitab al-Iqāmah wa al-Ifādah li Ahkāmi al-Haid wa an-Nifās wa al-Istihādhah karya Dr. Abdurrahman bin Abdullah bin Abdul Qodir as-Saqaf.


Diampu oleh Ustaz Dery Ferdian, kitab setebal 139 halaman ini ditargetkan akan selesai selama dua minggu. Sebagai calon seorang Imam dalam keluarga, tentu saja pembekalan ilmu Fiqh Wanita juga menjadi sangat penting, bukan hanya untuk kalangan perempuan saja. 

Berbagai kegiatan positif ini tidak lain merupakan inisiatif para mahasantri MAQURAA sendiri. Setidaknya waktu libur kuliah selama dua minggu ini tidak berlalu begitu saja tanpa banyak hal berharga didapatkan. 

"Membatasi diri beraktivitas di luar bukan berarti berhenti untuk meng-explore diri dan tetap produktif, saya sangat bersyukur MAQURAA hadir mewadahi kami semua dalam kegiatan ini, terlebih dengan sistem jamaahnya," ujar Fikri Haekal, salah satu penggagas kegiatan karantina tahfiz. 

 (HidanulA)

Post a Comment

Start typing and press Enter to search